Al-Qur’an dan Sains : Buah Delima Sebagai Makanan Surga
Ahmad Hanif Az’har
Mahasiswa Kimia UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Buah Delima merupakan buah surga yang Allah sebutkan secara khusus sebagai karunia kepada orang-orang beriman. Firman Allah dalam surat Ar-Rahman :
وَمِن دُونِہِمَا جَنَّتَانِ (٦٢) فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٦٣) مُدۡهَآمَّتَانِ (٦٤) فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٦٥) فِيہِمَا عَيۡنَانِ نَضَّاخَتَانِ (٦٦) فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٦٧) فِيہِمَا فَـٰكِهَةٌ۬ وَنَخۡلٌ۬ وَرُمَّانٌ۬ (٦٨)
Artinya : “Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi (Surga Na’im dan Surga Ma’wa). Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan. ? Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan. ? Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan. ? Di dalam keduanya (surga Ma’wa dan Na’im) terdapat buah-buahan dan kurma serta Delima.” (Q.S Ar-Rahman : 62 – 68).
   Berdasarkan surat Ar-Rahman ayat 62 sampai dengan 68, kita bisa mengetahui bahwa Allah telah menjadikan buah Delima sebagai salah satu hidangan didalam surga Na’im dan Ma’wa. Buah Delima dijadikan makanan surga tentu bukan tanpa alasan. Nabi Muhammad SAW sendiri mensifati buah Delima sebagai memperkuat detakan hati, mengusir cacing pita, berguna untuk disentri, lemah usus, dan membasmi tumor pada selaput lendir jika diteteskan pada hidung ditambah madu. Jika air Delima diminum dengan air dan gula atau madu akan menimbulkan mencret ringan yang berfungsi membersihkan saluran pernafasan dan dada, membersihkan darah, menghilangkan sisa-sisa kasar pada usus, dan bebas dari kesulitan usus, terutama setelah mengkonsumsi lemak (Mahmud, 2007).
Buah delima memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Kadar antioksidannya bahkan 3 kali lebih banyak dibandingkan teh hijau. Berbagai jenis antioksidan terdapat dalam buah delima, seperti polifenol, katekin, flavanoid (quercetin, rutin, flavonois dan flavones). Flavanoid berperan penting dalam mencegah radikal bebas dalam tubuh, sekaligus memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Selain itu flavanoid mampu memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung dan kanker. Selain flavanoid, buah delima juga mengandung polifenol sebagai antioksidan. Ekstrak biji delima yang sudah terfermentasi dipercaya mengandung polifenol yang membantu pemulihan sel leukimia menjadi normal (Puspaningtyas, 2013).
Antioksidan adalah bahan kimia yang diperlukan oleh tubuh manusia untuk menetralkan radikal bebas dan mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas terhadap sel normal, protein, dan lemak. Antioksidan mampu menunda atau mencegah terjadinya reaksi autooksidasi radikal bebas dalam oksidasi lipid (Kochhar dan Rossell 1990). Radikal bebas itu sendiri adalah atom atau gugus apa saja yang memiliki satu atau lebih elektron tak berpasangan. Radikal bebas dianggap berbahaya karena menjadi sangat reaktif dalam upaya mendapatkan pasangan elektronnya (Fessenden dan Fessenden, 1986).
Radikal bebas akan mengoksidasi partikel LDL kolesterol dan membuatnya rusak. Sel-sel darah putih (makrofag) didalam dinding arteri akan berupaya menghilangkan partikel LDL yang sudah rusak dengan caara memakannya sampai habis. Sayangnya, setelah proses tersebut sel makrofag tidak dapat melepaskan diri dari bagian kolesterol LDL. Sel-sel bengkak yang dihasilkan disebut sel-sel busa, selanjutnya menempel pada dinding pembuluh arteri, membentuk plak dan menyebabkan penyempitan. Hingga akhirnya menimbulkan penyakit kardiovaskuler yang parah dan mungkin pula serangan jantung (Kosman, 2009).
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh American Journal of Clinical Nutrion, buah delima terbukti mencegah oksidasi LDL dalam tubuh. Penelitian lain dari Vanderbit University Medical Center, menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi jus delima minimum tiga kali dalam seminggu dapat menurunkan resiko terkena penyakti alzheimer hingga 76%. Sebuah studi yang dilakukan di Israel menunjukkan bahwa sari buah delima dapat menghancurkan sel-sel kanker payudara. Hebatnya lagi, kemampuan sari buah delima hanya spesifik menghancurkan sel kanker, berbeda dengan obat kemoterapi yang beresiko menyerang semua sel dalam tubuh (Puspaningtyas, 2013).
Sudah jelaslahlah bahwa Allah telah menyiapkan berbagai media yang dapat kita pelajari, salah satunya adalah tumbuhan dan buah buahan. Allah memerintahkan kepada kita untuk memperhatikan dan meneliti segala yang ada dilangit dan dibumi, karena yang demikian itu mengandung tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang yang beriman. Dengan berbagai manfaat dan kandungan buah delima yang telah teruji kebenarannya, maka tidak heran jika Allah memilih buah delima sebagai salah satu hidangan didalam surga Na’im dan surga Ma’wa.

DAFTAR PUSTAKA

Fessenden, R.J., Fessenden, J.S. 1986. Kimia Organik Jilid I. Edisi ketiga. Erlangga. Jakarta
Kochhar, S.P. dan Ressel, B. 1990. Detection, estimation and evaluation of antioxidants in food system. Di Dalam: Hudson, B.J.F., editor. Food Antioxidants. Elsevier Applied Science, London.
Kosman, ali. 2009. Rahasia Sehat dengan Makanan Berhasiat. Jakarta : penerbit buku kompas.
Mahmud, mahir hasan. 2007. Mukjizat Kedokteran Nabi. Jakarta : qultummedia.
Puspaningtyas, desty ervira. 2013. The miracle of fruits. Jakarta : Agro Media Pustaka.


0 Komentar