Budaya Untuk Kesejahteraan Bangsa Indonesia


Oleh: Muhammad Faiz Shidqi
Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Suka

Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, hal tersebut terjadi karena berbagai sebab, antara lain kondisi geografis. Kondisi geografis Indonesia yang terletak di antara dua samudera, yaitu Samudera Hindia dan Pasifik serta dua benua, yakni  Benua Asia dan Australia. Karena hal tersebut, Indonesia menjadi tempat yang strategis bagi para pengelana maupun pedagang. Indonesia menjadi tempat singgah dan tidak sedikit dari mereka yang merasa nyaman dan memutuskan untuk tinggal dan menetap. Para pendatang dari berbagai penjuru bumi mendirikan pemukiman dan menikahi pribumi, sehingga bercampur pula budaya antara pribumi dengan para pendatang membentuk budaya baru yang nantinya semakin menambah keberagaman budaya di Indonesia.

Keanekaragaman budaya di Indonesia juga disebabkan oleh kondisi alamnya yang berbentuk kepulauan. Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau, sehingga terjadi isolasi alam yang dialami setiap penduduk pulau tersebut. Isolasi alam menyebabkan masyarakat  yang hidup di dalamnya tumbuh dan berkembang menyesuaikan kondisi fisik keadaan lingkungan alam setempat kemudian terbentuklah budaya baru. Berbagai penyesuaian yang berbeda-beda antara daerah satu dengan yang lain turut  menambah pula ragam budaya Indonesia. Budaya-budaya tersebut  terus diwariskan secara turun-temurun sehingga dapat bertahan sampai sekarang.

Kebudayaan adalah cerminan tata kelakuan suatu masyarakat. Suatu budaya terbentuk karena kebiasaan yang dilestarikan. Kita bisa melihat sifat orang lain melalui tanda-tanda yang terlihat dalam kebiasaannya sehari-hari. Karenanya, perilaku dan  norma yang berlaku di masyarakat bisa kita lihat dari kebudayaannya.   Misalnya, orang Jawa mempunyai tingkat bahasa dari ngoko, ngoko alus, krama, hingga krama inggil yang penggunaannya berbeda setiap usia yang diajak bicara dengan dasar penghormatan dan kesopanan. Dari budaya tersebut kita bisa melihat bahwa masyarakat Jawa sangat menjunjung tinggi tata kelakuan atau norma kesopanan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya budaya antar daerah yang mewarnai Indonesia, budaya antar agama di Indonesia sangatlah menarik. Indonesia mempunyai 5 (lima) agama resmi di dalamnya, yaitu Islam, Kristen, Katholik, Hindu, dan Budha. Budaya  yang dibawakan oleh agama-agama tersebut masuk dan bahkan bisa berakulturasi dengan budaya lokal. Dari akulturasi tersebut budaya-budaya yang masuk bisa diterima baik-baik oleh masyarakat karena mencerminkan toleransi, sehingga masyarakat tidak merasa ada pemaksaan. Budaya-budaya yang lahir dari setiap agama tidak memecah belah Indonesia selama antar agama menanamkan semangat toleransi dan mengamalkan Pancasila. Tentunya, semangat Bhineka Tunggal Ika, walau berbeda-beda tetap satu jua Indonesia. Jadikan Indonesia yang damai dalam perbedaan budaya antar agama.

Budaya adalah alat yang bisa mengendalikan orang banyak untuk membantu manusia memenuhi kebutuhan. Sebagai contoh adalah budaya ketimuran kita, yaitu gotong royong. Gotong royong merupakan budaya yang bisa kita temukan dalam setiap daerah di Indonesia, hanya saja namanya yang berbeda-beda setiap daerah. Gotong berarti bekerja, sedangkan royong artinya bersama, jadi gotong royong adalah suatu pekerjaan yang dilakukan bersama-sama. Dengan gotong royong pekerjaan yang berat menjadi ringan, dan yang seharusnya lama menjadi cepat selesai karena dilakukan bersama-sama. Hal tersebut jelas membuktikan bahwa, suatu kebudayaan bermanfaat bagi umat dalam pemenuhan kebutuhan. Karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain dan tak bisa hidup sendiri.

Fungsi budaya juga sebagai benteng diri kita atau pelindung dari pengaruh budaya lain yang bebas masuk ke Indonesia. Apabila budaya kita pegang secara erat-erat, tidak akan mudah kita terpengaruh oleh budaya asing. Fanatisme terhadap budaya sendiri secara otomatis pasti akanmembuat diri kita sulit untuk menerima budaya asing yang masuk. Maka, sangatlah penting bagi kita untuk menanamkan secara kuat-kuat, menjadikan bdaya lokal sebagai fondasi utama dalam berbudaya agar tak mudah terbawa arus.

Apabila dalam suatu masyarakat tidak bisa melestarikan budaya leluhurnya maka saat itu juga budaya tersebut perlahan-lahan akan menghilang. Secara perlahan nilai-nilai luhur yang mengiringinya akan menjadi tidak berarti karena penerus masyarakatnya tidak mengamalkan dan melestarikannya. Oleh karena itu, budaya-budaya yang sudah ada di Indonesia sebelum Islam datang tidak bisa kita hapus begitu saja. Itu merupakan kearifan lokal, tidak semuanya buruk hanya saja karena belum mengenal Islam mereka mempersembahkannya kepada leluhur atau roh-roh halus. Maka, ketika Islam datang ke Nusantara para Walisongo tidak menghapusnya, tetapi mempertahankan yang baik dan yang buruk diganti dengan cara yang islami terbentuklah akulturasi, sehingga masyarakat bisa menerima ajaran baru tanpa rasa meninggalkan budaya lama. Demikian pula Indonesia, kita bisa menjadi bersatu menjadi negara karena para pendiri bangsa ini mendirikannya dengan tidak membuang budaya lokal. Akan tetapi, mereka menyatukannya dengan pancasila dan semangat kebhinekaan.

Suatu negara sudah seharusnya memiliki identitas. Tidak hanya identitas berupa  nama, ideologi, maupun elemen-elemen lain yang mendukung suatu negara. Akan tetapi,  identitas yang khas dirasa sangat perlu bagi sebuah negara. Oleh karena itu, disanalah budaya berperan penting bagi identitas negara. Budaya adalah identitas khas suatu negara karena setiap negara satu dengan yang lain pasti berbeda budayanya. Indonesia sebagai negara tentunya sangat menjunjung tinggi kebudayaan. Keanekaragaman budaya di Indonesia yang bisa disatukan dalam semboyan kita, Bhineka Tunggal Ika merupakan identitas khas dan unik negara Indonesia yang tidak ada di negara lain.

Budaya merupakan aset negara yang bisa mendongkrak ekonomi suatu negara. Kebudayaan dari setiap daerah selalu berkembang dan muncul menjadi kesenian untuk ditampilkan. Hal tersebut terjadi karena suatu kebudayaan harus dilestarikan dan diwariskan secara turun-temurun, salah satunya dengan media kesenian atau pertunjukan. Dari kesenian tersebut akan menarik orang lain terutama kalangan anak-anak untuk menontonnya, sehingga pesan-pesan tradisi kebudayaan secara tidak langsung akan tersampaikan. Dengan banyaknya kesenian-kesenian yang ada tentunya juga menarik siapapun yang datang untuk melihat karena tidak ada di daerahnya, terutama para wisatawan luar negeri. Hal tersebut merupakan peluang bagi negara untuk meningkatkan devisa negara dengan mengemasnya menjadi produk pariwisata. Semakin menarik kemasan, apalagi ditambah isinya yang berkualitas maka produk tersebut semakin mahal dan laris. Maka, bukan tidak mungkin Indonesia meningkat ekonominya karena budayanya.

        Bicara wisatawan, banyak dari mereka yang mengatakan orang Indonesia ramah-ramah. Tak bisa dipungkiri memang bahwa  ramah adalah budaya kita. Keramahtamahan Indonesia sudah menyebar dalam lingkup internasional. Bagaimana caranya harus kita lakukan untuk terus mewariskan budaya tersebut kepada anak cucu kita. Jangan sampai budaya yang elok tersebut sedikit demi sedikit terkikis, tergerus dan perlahan lenyap terbawa arus globalisasi yang membawa budaya luar dan berseberangan dengan ramah tamah. Adalah tugas kita agar bisa memfilter setiap budaya yang masuk. Karena budaya ramah tamah adalah daya tarik tersendiri bagi para setiap wisatawan yang datang. Pertahankan yang budaya kita, kalau ada budaya masuk ambil baiknya saja, dan tentunya tolak yang buruk dengan tegas. Tunjukkan bahwa Indonesia adalah negara berpendirian!
-fshd
                                                    

0 Komentar